Terjaring Tim Swab Hunter, Pemuda Ini Malah Senang

Puluhan warga mengikut test swab yang disiapkan petugas di Park And Ride Mayjend Sungkono Surabaya | Ist

BicaraSurabaya.com – Tim Swab Hunter Kecamatan Sawahan Surabaya menjaring puluhan warga yang melanggar protokol kesehatan. Usai terjaring, puluhan warga itu pun langsung dilakukan pemeriksaan swab di Park and Ride Mayjend Sungkono Surabaya, Sabtu (10/10/2020) malam.

Dari puluhan orang yang terjaring itu, satu di antaranya sempat marah ke petugas. Bahkan, pemuda yang diketahui berusia sekitar 25 tahun itu awalnya menolak untuk dilakukan pemeriksaan swab.

“Tadi mungkin (dia, red) belum paham. Tapi setelah dilakukan swab dia tanya, bayar tidak pak? Tidak ada bayar. Saya pastikan saya sampaikan bahwa ini gratis, tidak ada biaya apapun,” kata Camat Sawahan, M Yunus di sela kegiatan.

Menurut Yunus, pemuda tersebut memang sempat salah persepsi. Dia merasa takut diapa-apakan petugas karena melanggar protokol kesehatan. Namun setelah diberi pemahaman, akhirnya dia malah menerima dengan senang.

“Jadi sempat salah persepsi, takutnya diapa-apakan. Setelah tahu bahwa di sini (Park and Ride) hanya dilakukan test swab mereka berkenan dan mereka senang,” sebut dia.

Yunus menjelaskan, bahwa razia protokol kesehatan ini rutin dilakukan oleh Tim Swab Hunter yang terdiri dari tiga pilar. Tim ini menyasar ke tempat-tempat kerumunan, seperti warung kopi (warkop) hingga angkringan.

“Karena kebanyakan di warkop itu tidak taat protokol kesehatan. Biasanya pada saat minum kopi, ngobrol, maskernya dibuka dan pada saat petugas datang baru dipakai,” ungkap dia.

Puluhan warga mengikuti test swab yang disiapkan petugas di Park And Ride Mayjend Sungkono Surabaya | Ist

Di samping itu pula, kata Yunus, rata-rata pembeli di kedai kafe itu tidak menjaga jarak. Apalagi, kebanyakan pembeli di warung kopi itu jumlahnya melebihi kapasitas yang tersedia. Tentunya untuk saling menjaga jarak antar satu sama lain sulit dilakukan.

“Dan rata-rata tidak jaga jarak. Kapasitas (warkop) misal 50 orang, itu bukan separuh yang ngopi di situ tapi full. Nah, yang kita sasar seperti itu, supaya masyarakat ini ngerti,” kata dia.

Namun begitu, pihaknya tidak melarang warga yang ingin nongkrong di warung kopi. Akan tetapi, jika warung kopi itu terlihat ramai dan kapasitasnya penuh, lebih baik mencari lokasi yang lain.

“Kami tidak melarang, silahkan kalau masyarakat ingin minum kopi. Tapi kalau tempat minum kopi itu ramai, silahkan cari yang tidak ramai. Sehingga jaga jarak, pakai masker itu tertib, masyarakat bisa melaksanakan,” pesan Yunus.

Meski demikian, Yunus menegaskan, bahwa kegiatan ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ia berharap masyarakat semakin sadar terhadap disiplin protokol kesehatan.

“Kalau kita bersama-sama ikhtiar melakukan itu, insya allah kita bisa memutus mata rantai ini,” tandasnya. (BS02)

SHARE: